Sekolah Adzkiya

Selesai
Five Play Kids Belajar Konservasi Penyu di Pantai Goa Cemara: Mengenalkan Pentingnya Menjaga Laut Sejak Usia Dini Kegiatan edukasi ini dilaksanakan secara konsisten sebanyak dua kali di setiap musim penyu. Untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan inklusif, setiap angkatan peserta sengaja digabung tanpa membedakan latar belakang, sehingga memicu interaksi sosial yang lebih luas antar-peserta. Tujuan dan fokus utama program ini adalah mengenalkan biota penyu secara mendalam dengan memberikan pengalaman melihat langsung proses konservasi. Melalui pendekatan berbasis pengalaman, peserta dapat memahami secara nyata tantangan yang dihadapi penyu serta langkah konkret yang harus dilakukan untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan. Asal-Usul Kegiatan atau program edukasi ini diinisiasi berdasarkan basis pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, sekaligus bertindak sebagai kegiatan pengganti dari program Pelangi. Langkah ini memastikan keberlanjutan misi kepedulian lingkungan yang sebelumnya telah berjalan. Jumlah peserta dari Kegiatan ini diikuti oleh total 66 peserta, yang mencakup anak-anak didampingi oleh orang tua. Keterlibatan aktif orang tua menjadi pilar penting pendampingan agar pesan kelestarian lingkungan dapat terus digaungkan di dalam ekosistem keluarga. Target edukasi dan dampak jangka panjang program ini yakni menerapkan strategi edukasi dua arah yang disesuaikan dengan target usia muda dan dewasa: Anak-Anak: Menanamkan kesadaran sejak dini sebagai investasi masa depan, karena membentuk kebiasaan baru pada anak jauh lebih efektif daripada mengubah kebiasaan orang dewasa. Orang Tua: Mendorong keterlibatan aktif dalam penyelamatan penyu dan menjaga ekosistem laut. Fokus utamanya adalah membangun kepedulian, kesadaran lingkungan, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab agar tidak mencemari laut. Rentang usia peserta program ini dirancang khusus untuk anak-anak usia dini, dengan batasan usia peserta mulai dari 2,5 hingga 5-6 tahun. Rentang usia emas ini sangat ideal untuk merangsang rasa ingin tahu dan empati mereka terhadap makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Five Play Kids melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bersama Konservasi Penyu Goa Cemara di Pantai Patihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian penyu dan ekosistem pesisir kepada anak-anak sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan penuh pengalaman langsung. Kegiatan diikuti oleh anak-anak Five Play Kids beserta para pendamping yang antusias mengikuti setiap rangkaian edukasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal kehidupan penyu dan tukik, memahami ancaman yang dihadapi satwa laut tersebut, dan mempelajari berbagai upaya konservasi yang dilakukan oleh Konservasi Penyu Goa Cemara dalam menjaga keberlangsungan populasi penyu di pesisir selatan Yogyakarta. Edukasi Konservasi Penyu: Mengenal Siklus Hidup dan Ancaman Penyu Sesi edukasi diawali dengan penyampaian materi mengenai empat spesies penyu yang ditemukan mendarat di pesisir selatan Yogyakarta, yaitu Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea). Peserta dikenalkan pada siklus hidup penyu, mulai dari proses bertelur di pantai, penetasan telur, hingga perjalanan tukik menuju laut dan tumbuh menjadi penyu dewasa. Tim Konservasi Penyu Goa Cemara menjelaskan bahwa perjalanan hidup penyu memiliki tingkat keberhasilan yang sangat rendah. Dari ratusan tukik yang menetas, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan hidup hingga dewasa akibat ancaman predator alami, pencemaran laut, perubahan iklim, kerusakan habitat, hingga sampah plastik yang masih menjadi permasalahan utama di lautan. Materi tersebut disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Suasana belajar dibuat interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi ringan yang membuat peserta aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Belajar Menjaga Lingkungan Melalui Pengalaman Langsung. Selain mendapatkan materi mengenai konservasi penyu, peserta juga diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai habitat alami penyu. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kelestarian vegetasi pantai dapat memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga maupun di lingkungan sekolah. Pelepasan Tukik Menjadi Momen Berkesan Sebagai bagian dari kegiatan konservasi, peserta berkesempatan menyaksikan sekaligus mengikuti proses pelepasan tukik ke habitat alaminya di laut. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang paling dinantikan oleh anak-anak karena mereka dapat melihat secara langsung proses awal kehidupan penyu setelah menetas. Melalui pelepasan tukik, peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki peran dalam mendukung kelestarian satwa liar. Pelepasan tukik juga menjadi simbol harapan agar semakin banyak penyu yang mampu bertahan hidup hingga dewasa dan kembali bertelur di pantai tempat mereka dilahirkan. Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini Kegiatan edukasi bersama Five Play Kids merupakan salah satu bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya konservasi penyu dan perlindungan ekosistem pesisir. Pendidikan lingkungan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya alam. Konservasi Penyu Goa Cemara percaya bahwa upaya pelestarian tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat, tetapi juga melalui edukasi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan mengenalkan nilai-nilai konservasi kepada anak-anak, diharapkan akan tumbuh generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di masa mendatang.