BEM FKIP UNS

Selesai
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Goa Cemara dengan mengusung semangat edukasi lingkungan, konservasi, serta aksi nyata dalam menjaga ekosistem perairan. Program ini diikuti oleh 21 orang relawan (volunteer) dan didukung oleh 14 panitia, sehingga total peserta yang terlibat mencapai 35 orang. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UNS, tetapi juga melibatkan satu peserta dari luar Universitas Sebelas Maret, sebagai bentuk keterbukaan dan kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan. Pemilihan Pantai Goa Cemara sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan bahwa kawasan ini memiliki potensi yang lebih besar sebagai sarana edukasi lingkungan perairan dibandingkan beberapa pantai di sekitarnya. Kondisi lingkungan serta adanya program konservasi yang telah berjalan menjadikan Pantai Goa Cemara sebagai tempat yang tepat untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para peserta. Berbagai kegiatan dilaksanakan selama program berlangsung, di antaranya edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, aksi bersih pantai, pelepasan tukik ke habitat alaminya, serta penanaman pandan pantai sebagai salah satu vegetasi yang berperan penting dalam menjaga kestabilan kawasan pesisir dari abrasi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi konservasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kelestarian lingkungan perairan. Edukasi menjadi fokus utama agar peserta memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir serta mampu menerapkan perilaku yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi upaya konservasi satwa laut, terutama penyu. Melalui kegiatan pelepasan tukik dan penyampaian edukasi mengenai pentingnya perlindungan habitat penyu, diharapkan semakin banyak pihak yang berpartisipasi dalam upaya pelestarian sehingga populasi penyu dapat terus terjaga dan berkembang. Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan mengenai konservasi pesisir, serta membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi mampu menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan di masa mendatang. Melalui program ini, BEM FKIP UNS menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pendekatan edukatif dan aksi nyata. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya lingkungan pesisir yang bersih, lestari, dan terjaga untuk generasi mendatang.